agung dani prudential

agung dani prudential

Senin, 22 Juni 2015



ILUSTRASI MANFAAT MENABUNG DI 
PAA (Prulink Assurance Account) PRUDENTIAL


PRUlink assurance account

PRUlink assurance account adalah produk asuransi jiwa terkait investasi dengan pembayaran premi secara berkala yang memberikan fleksibilitas dimana memungkinkan Anda untuk sewaktu-waktu mengubah jumlah pertanggungan, premi serta cara pembayaran yang sesuai dengan kebutuhan Anda. Bahkan Anda juga bisa menambahkan produk asuransi tambahan seperti rawat inap, kecelakaan atau kondisi kritis. Anda bisa memilih satu atau kombinasi dari 9 jenis dana investasi yang tersedia, dan dapat mengubah kombinasi dana investasi sewaktu-waktu.


Terlampir adalah ilustrasi manfaat yang diterima oleh nasabah bila menabung dengan parkir dana di Prudential, disini ada 3 contoh ilustrasi yaitu untuk anak usia 16 tahun dan 7 tahun, serta untuk bapak usia 42 tahun.
Produk ini dibuat untuk Prulink Assurance Account Syariah

 
Nama : adik Dani, (16 tahun)
Premi Menabung : Rp. 500.000/ Bulanan, Masa Bayar 10 Tahun
Persentase kontribusi bulanan dibagi dua :
A. Untuk Proteksi            :  333.333 (60%)
B. Untuk Investasi           :  166.667 (40%) Pru saver Syariah
                                                   500.000

A.   MANFAAT PROTEKSI :
N0
MANFAAT
MASA
PERTANGGUNGAN
SD USIA (TAHUN)
NILAI TUNAI
MANFAAT ASURANSI
(RP)
1
JAMINAN JIWA
Prulink Syariah AA
99
115 JUTA
2
JAMINAN SAKIT KRITIS/MD
Pru Crisis Cover Benefit 34
55
100 JUTA
3
JAMINAN KECELAKAAN
Pru Personel Accident
55
100 JUTA
4
JAMINAN RAWAT INAP KELAS C
Pru Hospital and Surgical
55
500.000 (HARIAN)
5
CASH BACK
Pru Payor Syariah 33
55
6 JUTA (TAHUNAN)

B.   MANFAAT TUNAI TOP UP BERKALA (Pru saver syariah)
      Pada tahun ke 10 terbentuk asumsi nilai tunai ..... Rp. 42.719.000,-

C.   Bila ingin TOP UP (deposit) menaikkan nilai tunai dengan menabung Rp. 5 Juta di 
      tahun pertama, maka akan terbentuk asumsi nilai tunai pada tahun ke 10 ... 
      Rp. 61.839.000,-
               
Nama : adik Purnomo (7 tahun)
Premi Menabung : Rp. 500.000/ Bulanan, Masa Bayar 10 Tahun
Persentase kontribusi bulanan dibagi dua :
A. Untuk Proteksi            :  333.333 (60%)
B. Untuk Investasi           :  166.667 (40%) Pru saver Syariah
                                                   500.000

A.   MANFAAT PROTEKSI :
N0
MANFAAT
MASA
PERTANGGUNGAN
SD USIA (TAHUN)
NILAI TUNAI
MANFAAT ASURANSI
(RP)
1
JAMINAN JIWA
Prulink Syariah AA
99
15 JUTA
2
JAMINAN SAKIT KRITIS/MD
Pru Crisis Cover Benefit 34
55
80 JUTA
3
JAMINAN KECELAKAAN
Pru Personel Accident
55
100 JUTA
4
JAMINAN RAWAT INAP KELAS C
Pru Hospital and Surgical
55
500.000 (HARIAN)
5
CASH BACK (orang tua)
Pru Parent Payor Syariah 33
18
6 JUTA (TAHUNAN)

B.   MANFAAT TUNAI TOP UP BERKALA (Pru saver syariah)
      Pada tahun ke 10 terbentuk asumsi nilai tunai ..... Rp. 36.338.000,-

C.   Bila ingin TOP UP (deposit) menaikkan nilai tunai dengan menabung Rp. 5 Juta
      di tahun pertama, maka akan terbentuk asumsi nilai tunai pada tahun ke 10 ... 
      Rp. 54.901.000,-
               

Nama : Bapak Agung (42 tahun)
Premi Menabung : Rp. 1.250.000/ Bulanan, Masa Bayar 10 Tahun
Persentase kontribusi bulanan dibagi dua :
A. Untuk Proteksi            :  1.083.333 (80%)
B. Untuk Investasi           :     166.667 (20%) Pru saver Syariah
                                                   1.250.000

A.   MANFAAT PROTEKSI :
N0
MANFAAT
MASA
PERTANGGUNGAN
SD USIA (TAHUN)
NILAI TUNAI
MANFAAT ASURANSI
(RP)
1
JAMINAN JIWA
Prulink Syariah AA
99
100 JUTA
2
JAMINAN SAKIT KRITIS/MD
Pru Crisis Cover Benefit 34
65
85 JUTA
3
JAMINAN SAKIT KRITIS STADIUM
PRU Early Stage Crisis Cover
55
50 JUTA
3
JAMINAN KECELAKAAN
Pru Personel Accident
65
100 JUTA
4
JAMINAN RAWAT INAP KELAS D
Pru Hospital and Surgical
65
750.000 (HARIAN)
5
CASH BACK
Pru Payor Syariah 33
55
15 JUTA (TAHUNAN)

B.   MANFAAT TUNAI TOP UP BERKALA (Pru saver syariah)
      Pada tahun ke 10 terbentuk asumsi nilai tunai ..... Rp. 75.904.000,-

C.   Bila ingin TOP UP (deposit) menaikkan nilai tunai dengan menabung :
      Rp.   5 Juta di tahun pertama, maka akan terbentuk asumsi nilai tunai pada tahun 
      ke   10 ... Rp.   91.778.000,-
      Rp. 10 Juta di tahun pertama, maka akan terbentuk asumsi nilai tunai pada tahun 
      ke   10 ... Rp. 110.994.000,-
               

Disajikan oleh :
Agung Dani Purnomo
Unit Manager Prudential
Kode Agen 00577282
HP : 0815-19-777772

Sabtu, 11 April 2015

Hermansyah SH. PFC, menjadi AM termuda di usia 24 tahun

Light Agency Jakarta, Sabtu, 11 April 2015
Kelas Associate Unit Manager (AUM) mendapat kesempatan untuk mendengar/sharing dan teknik marketing/selling skill dari seorang yang luar biasa, masih muda dan bersemangat dan mencapai posisi kedudukan sebagai AM (Agency Manager) Prudential pada usia 24 tahun.

Beliau adalah Mr. Hermansyah. SH. PFC, lahir di Jakarta 7 Januari 1990, pekerjaan Polri (part time) Join di Pru 2011.

mr. hermansyah saat ikut training Pru di Univ. Indonesia
berikut foto kegiatan di Light Agency :
bergaya dan bersemangat muda

apresiasi untuk speaker berfoto bersama para AM

suasana kelas AUM
santai ngobrol bersama mr. hermansyah dan spouse




Terimakasih atas sharingnya yang luar biasa, sangat menginspirasi, sebuah proses untuk menjadi sukses di usia termuda dan tercapai dalam waktu 3,5 tahun bukanlah hal yang sulit bila kita bisa fokus dan melakukan yang terbaik demi impian dan harapan buat pribadi dan masa depan.


Jumat, 26 Desember 2014

PENGETAHUAN TENTANG ASURANSI MENURUT ISLAM

Pengetahuan tentang asuransi syariah semakin lengkap dengan penjelasan dari Prof. Dr. H. Fathurrahman Djamil, MA. Beliau adalah Profesor Ilmu Fiqih pada fakultas Syariah dan hukum, Universitas Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, juga Profesor Institusi keuangan dan Legal Islam pada program Pasca Sarjana Universitas Indonesia.

Hingga saat ini kesadaran masyarakat Indonesia dalam memiliki asuransi masih rendah. Salah satu penyebabnya adalah pendapatan perkapita yang masih rendah sehingga asuransi belum menjadi kebutuhan pokok. Ditambah lagi dengan cerita para nasabah asuransi yang sulit mencairkan klaim asuransi. Selain itu pengetahuan masyarakat tentang asuransi juga masih rendah. Masih banyak anggapan orang bahwa semua asuransi sama. Tentu saja hal ini menandakan bahwa  belum banyak masyarakat yang tahu kalau ada asuransi syariah dan asuransi konvensional.
Jika mendengar kata syariah, maka yang pertama kali ada di pikiran kita adalah tentang barokah. Yang menjadi sumber hukum dari asuransi syariah adalah Al Qur’an, Sunnah/ Hadist, Ijma serta Qiyas. Kesemuanya itu bertujuan untuk kebahagiaan dunia dan akhirat. Dalam kandungan ajaran islam, kedudukan syariah berada diantara Aqidah dan akhlak. Di dalam syariah juga terkandung ajaran wajib, sunnah, mubah/halal, makruh serta haram.

Mengenal Lebih Dekat Tentang Asuransi Syariah
Pada jaman dahulu ada suatu kaum yang merupakan sebuah suku di mana salah satu dari anggota suku itu terbunuh oleh anggota satu suku lainnya. Dari kejadian tersebut maka diperlukan orang yang memikul atau bertanggung jawab pada keluarga yang ditinggalkan. Saudara terdekat si pembunuh harus membayar sejumlah uang atau diyat yang juga dikenal sebagai uang darah kepada pewaris korban. Dana yang dikenal sebagai al-kanzu tersebut dikumpulkan dari keluarga yang terlibat pembunuhan. Saudara terdekat dari pembunuh ini disebut sebagai aqilah, itulah sebabnya asal mula asuransi syariah dikenal sebagai konsep Al-Aqilah.
Asuransi Syariah hingga saat ini sudah berkembang di beberapa negara. Sudan merupakan negara yang menjadi pelopor dalam asuransi syariah. Di negara ini asuransi syariah telah ada sejak tahun 1979 yang ditandai dengan lahirnya Islamic Insurance Company. Hingga pada tahun 1992 di negara ini lahir undang-undang yang mensyaratkan perusahaan asuransi harus beroperasi dengan prinsip syariah.
Malaysia merupakan negara pertama yang memiliki undang-undang asuransi syariah yaitu Takaful Act pada tahun 1984. Pada tahun 1985 lahir asuransi pertama di Malaysia yaitu syarikat Takaful Malaysia (STM). Sebagai bukti keseriusan Malaysia dalam menerapkan konsep syariah ini, maka di negara ini asuransi syariah tidak diijinkan sebagai unit syariah  melainkan harus sebagai perusahaan yang berdiri sendiri.

Asuransi syariah pertama Takaful Internasional berdiri pada tahun 1986. Regulasi asuransi syariah (The Insurance Rulebook) lahir pada tahun 2005 di Bahrain.Bank Central Bahrain (The Central Bank of Bahrain) yang bertindak sebagai regulator asuransi syariah tidak memperbolehkan adanya unit syariah, sama halnya dengan yang terjadi di Malaysia.

Di Indonesia perkembangan asuransi syariah ditandai dengan berdirinya asuransi Takaful Keluarga pada tahun 1994. Hingga tahun 2014 ini sudah ada 45 perusahaan yang memasarkan produk asuransi dnegan konsep syariah, baik itu asuransi umum maupun asuransi jiwa. Asuransi syariah di Indonesia berada dibawah regulasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia. Setiap asuransi syariah di Indonesia harus memiliki Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang direkomendasikan oleh Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia.

Dasar dari keuangan syariah adalah :
Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS Al Hasyr (59) ayat 18)

……… Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Al Maidah (5) ayat 2 )

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan di belakang mereka anak-anak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar. (QS An Nisaa (4) ayat 9)

Dalam Fatwa DSNMUI no.21/DSN-MUI/IX/2001 asuransi didefinisikan sebagai usaha saling melindungi dan tolong menolong diatara sejumlah orang melalui investasi dalam bentuk asset dan/atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu melalui akad yang sesuai dengan syariah. Sedangkan definisi asuransi berdasarkan prinsip syariah adalah usaha saling tolong menolong (ta’awuni) dan melindungi (takafuli) diantara para peserta melalui pembentukan kumpulan dana (Dana Tabarru) yang dikelola sesuai prinsip syariah untuk menghadapi risiko tertentu.

Dalam asuransi syariah terkandung nilai-nilaI syariah yaitu :
• Universal, Rahmatan lil Alamin
• Beramal melalui dana hibah
• Risk sharing, saling menanggung, tolong menolong sesama peserta.
• Akad/ perjanjiannya jelas
• Mengutamakan asas adil, jujur, transparan, ikhlas.
• Tidak mengandung riba, gharar, maysir dan transaksi sesuai syariah.
• Perencanaan Keuangan yang barokah
• Ada pembagian surplus underwriting
• Investasi menguntungkan

Bagaimana Mencari Perusahaan Asuransi Yang Baik ?
Sebuah asuransi yang baik tentu saja dilihat dari kemampuan membayar klaim juga modal yang dimiliki dalam menanggung resiko. Kesehatan perusahaan asuransi bisa dilihat dari angka Risk Based Capital (RBC) yang lebih besar dari yang ditetapkan oleh pemerintah. Di Indonesia pemerintah mensyaratkan RBC Tabarru Syariah sebesar 30%. 


Asuransi Syariah Atau Konvensional ?
Dalam Asuransi konvensional berlaku ketidak pastian transaksi. Transaksi yang terjadi dalam asuransi konvensional merupakan transaksi jual beli resiko. Penanggung tidak bisa memastikan berapa premi yang akan diterima dari tertanggung sampai dengan selesai kontrak. Dimana kontrak baru akan selesai jika si tertanggung meninggal. Si Penanggung juga tidak tahu kapan harus membayar klaim sementara itu si tertanggung tidak mengetahui kapan akan menerima klaim yang merupakan pembayaran atas manfaat dari uang yang telah dibayarkan oleh si tertanggung selama masa kontrak berjalan.


Beberapa ahli syariah berpendapat bahwa konsep dari asuransi konvensional mengandung unsur masyir. Dalam hukum islam, Masyir diartikan sebagai suatu bentuk perjuadian atau permainan yang membuat salah satu pihak menanggung beban pihak yang lain akibat permainan tersebut. Dalam Unsyur masyir tertanggung akan mengalami kerugian jika sampai dnegan akhir periode pertanggungan tidak mengajukan klaim, sedangkan si penanggung akan diuntungkan dalam situasi tersebut. Hal ini berlaku sebaliknya pada si tertanggung.

Dalam konsep Syariah kualitas, kuantitas maupun harga juga waktu penyerahan atas obyek yang ditransaksikan harus jelas. Jika hal-hal tersebut tidak dapat dipastikan oleh kedua belah pihak maka akan dibuat akad/kontrak yang juga dikenal sebagai Taghrir/Gharar. Dalam asuransi syariah akad yang dilakukan adalah akad tabarru yang bertujuan semata-mata bukan untuk tujuan komersial melainkan untuk kebajikan dan tolong menolong. 
Prinsip berbagi resiko dalam asuransi syariah memungkinkan saling menanggung antar peserta. Dimana perusahaan pengelola asuransi bertindak sebagai operator dari dana tabarru yang terkumpul dari masing-masing peserta.

Dari segi marketing asuransi syariah juga mengajarkan pada prinsip kejujuran pada orang lain, dalam hal ini konsumen. Jika dalam marketing asuransi konvensional diartikan sebagai membujuk orang agar membeli asuransi yang ditawarkan dengan memeberikan kemasan sebagus mungkin padahal produknya belum tentu bagus. Maka dalam asuransi syariah yang terjadi adalah mengusung nilai islam yang universal yaitu Rahmatan lilalamin. Dimana ajaran syariah ini bukan hanya untuk umat muslim saja melainkan untuk semua umat di dunia dengan prinsip bagi hasil yang dilandasi dengan kejujuran.



Investasi Syariah Terencana
Dalam kehidupannya manusia selalu dihadapkan pada kebutuhan hidup. Kebutuhan tersebut bisa saja merupakan kebutuhan saat ini, kebutuhan masa depan dan kebutuhan tidak terduga. Dalam merencanakan keuangan seringkali dilakukan investasi dengan berbagai tujuan.

Beberapa tujuan investasi yang seringkali dilakukan adalah untuk menyiapkan masa pensiun, mengakumulasi kekayaan/ asset, menyiapkan dana pendidikan putra-putri, menyiapkan dana kesehatan serta untuk menunaikan ibadah haji wisata religi. Salah satu cara untuk menyiapkan kedua dana tersebut adalah dengan memiliki unit suransi sebagai salah satu investasi. Asuransi syariah merupakan solusi dalam menghadapi musibah tidak terduga, untuk mengoptimalkan investasi sekaligus peduli pada sesame karena adanya prinsip tolong menolong.

"Hanya dengan mendengarkan, kami dapat memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, dan hanya dengan memahami apa yang dibutuhkan masyarakat, kami dapat memberikan produk dan tingkat pelayanan sesuai dengan yang diharapkan.”